Weda, 29 Oktober 2025 — Timbal balik nyata dari program Pro Rakyat menempatkan Halmahera Tengah (Halteng) sebagai yang terbaik dalam perencanaan pembangunan berbasis kependudukan. Pada proses internalisasi yang dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga)/BKKBN RI, Halmahera Tengah dan Halmahera Barat (Halbar) sama-sama menuntaskan 30 indikator (100%) dalam progres Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) di Provinsi Maluku Utara.
Capaian “sapu bersih” indikator ini mempertegas daya dorong kebijakan Pembangunan Berwawasan Kependudukan (Pembangunan Berbasis Keluarga) yang selama ini digarap konsisten. Program-program Pro Rakyat—mulai dari Rumah Layak Huni, insentif untuk rakyat Halmahera Tengah, hingga penguatan layanan keluarga—terbukti mempercepat pemenuhan indikator PJPK di level kabupaten/desa.
Halteng juga mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan kinerja keluarga terbaik di Maluku Utara. Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Halteng mencapai 67,18, berada tepat di bawah Kota Ternate dengan 67,75. Skor ini mencerminkan meningkatnya ketahanan keluarga, pengasuhan berkualitas, dan lingkungan tumbuh kembang yang lebih kondusif.
“Keberhasilan 100% indikator bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa intervensi Pro Rakyat kita tepat sasaran: rumah layak huni, insentif, dan layanan keluarga menyentuh persoalan paling mendasar. Selanjutnya, kita pastikan konsistensi agar manfaatnya merata hingga pelosok,” ujar pimpinan perangkat daerah terkait.
Di saat yang sama, Halbar menunjukkan performa setara, menandakan kolaborasi lintas daerah di Maluku Utara berjalan efektif. Sinergi perencanaan, satu data kependudukan, serta pembinaan kampung/kelurahan terus diperkuat agar capaian tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas.
Ke depan, Halteng menargetkan penguatan Rumah Data Kependudukan (RDK) di tiap desa sebagai single source of truth by-name-by-address; perluasan Sistem Peringatan Dini Kependudukan (SiPerindu/EWS); serta pengarusutamaan keluarga dalam seluruh siklus pembangunan—mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi. Prinsipnya sederhana: setiap rupiah belanja publik harus kembali ke kualitas keluarga.
Dengan fondasi kebijakan yang berpihak dan tata kelola data yang rapi, Halteng dan Halbar membuktikan bahwa Pro Rakyat benar-benar berbuah prestasi. Tantangan berikutnya adalah menjaga ritme implementasi di lapangan, memastikan layanan tetap dekat, cepat, dan berdampak.
by Admin : editor Ir

Comment