Advertisement Advertisement
Home / Kependudukan / Batik Bercerita Demografi sebagai Runway Edukatif di Sekolah Siaga Kependudukan SMA Negeri 2 Halmahera Tengah

Batik Bercerita Demografi sebagai Runway Edukatif di Sekolah Siaga Kependudukan SMA Negeri 2 Halmahera Tengah

Patani, Halmahera Tengah — 3 Oktober 2025. SMA Negeri 2 Halmahera Tengah menghadirkan terobosan kreatif dalam literasi kependudukan: “Batik Bercerita Demografi”, sebuah runway edukatif yang menggabungkan peragaan busana batik dengan pesan-pesan kunci tentang kependudukan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan masa depan remaja. Program ini menjadi bagian dari penguatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang dikembangkan bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Halmahera Tengah.

IMS ADIL Bupati & Wakil Bupati SEJUTA SEHAT

“Batik tidak hanya indah; ia bisa bercerita. Hari ini, setiap motif yang melintas di runway membawa data, makna, dan pilihan masa depan,” ujar Kepala SMA Negeri 2 Halmahera Tengah, Ny. Wati Abdullah, S.Pd, saat membuka gelaran di aula sekolah.

PIK-R Fagogoru Bangkit di SMAN 2 Halteng: Remaja Cerdas, Sehat, Tangguh

Runway yang Mengajar

Di panggung sepanjang 12 meter dengan latar peta Maluku Utara, para siswa menampilkan 10 seri batik tematik, masing-masing disertai kartu edukasi dan QR code yang terhubung ke materi SSK serta pojok data sekolah. Setiap motif dirancang untuk “menceritakan” satu konsep demografi:

Sumpah Pemuda dan Transformasi Nilai-Nilai Fagogoru

  • “Piramida Remaja” — gradasi usia 10–24 tahun, menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan remaja.

  • “Laju Kelahiran” — pola gelombang menggambarkan pentingnya perencanaan keluarga dan birth spacing.

  • “Migrasi & Mobilitas” — panah dinamis yang menyorot pilihan sekolah/karier dan urbanisasi.

  • “Bonus Demografi” — repetisi lingkaran produktif, mengingatkan agar remaja siap kompetensi.

  • “Bumi Lestari” — daun sagu dan laut Halmahera yang menautkan kependudukan, lingkungan, dan ketahanan pangan.

Setiap kali model siswa melangkah, emcee membacakan “cerita singkat” 60 detik yang memecah konsep demografi menjadi tiga kalimat sederhana: apa isunya, kenapa penting untuk remaja, apa aksi praktisnya (seperti menunda usia perkawinan, fokus pendidikan, dan ikut peer support SSK).

Lebih dari Peragaan: Belajar yang Berkesan

Rangkaian acara meliputi:

  1. Talkshow “Demografi: Aku & Masa Depanku” bersama konselor sebaya dan penyuluh KB; membahas kesehatan reproduksi, digital well-being, dan perencanaan studi/karier.

  2. Booth Pojok Data (mini literasi data): siswa memindai QR di kain batik untuk melihat infografik, kuis cepat, dan rute konseling ramah remaja.

  3. Sesi Komitmen Remaja: penandatanganan pledge “Tunda, Rencanakan, Wujudkan” di atas kanvas batik kolaboratif.

  4. Workshop Mikro untuk OSIS dan duta SSK: cara membuat micro-content (reels/shorts) dari pesan demografi.

“Kombinasi runway dan storytelling ini membuat topik yang sering dianggap ‘berat’ menjadi relevan, personal, dan menyenangkan,” kata perwakilan DPPKBP3A Halmahera Tengah. “Tujuannya sederhana: rematik—remaja melek statistik—agar mampu mengambil keputusan.”

Dampak bagi Remaja (3P: Pengetahuan–Perilaku–Partisipasi)

  • Pengetahuan: siswa mengenali istilah kunci (ASFR, TFR, bonus demografi) tanpa jargon—melalui motif, kartu data, dan kuis.

  • Perilaku: pesan praktis “tiga tunda” (tunda menikah dini, tunda kehamilan berisiko, tunda putus sekolah) ditautkan ke layanan konseling.

  • Partisipasi: duta SSK dilatih memproduksi content bulanan bertema demografi untuk wall magazine dan media sosial sekolah.

Kolaborasi SSK yang Hidup

Sebagai sekolah yang mengembangkan SSK, SMA Negeri 2 Halmahera Tengah menata tiga pilar:

  • Integrasi Kurikulum: proyek lintas mata pelajaran (Seni Budaya × Geografi × Biologi) lewat tugas “desain batik berbasis data”.

  • Kegiatan Ekstrakurikuler: fashion-edukatif, public speaking, dan data storytelling.

  • Kemitraan: DPPKBP3A, puskesmas, dan komunitas kreatif batik setempat untuk produksi motif lokal yang berkelanjutan.

“Ketika data dipakai untuk berkarya, siswa bukan sekadar hafal definisi—mereka memaknai dan mewujudkan dalam aksi,” tegas Ny. Wati.

Fakta Kunci Acara

  • Lokasi: Aula SMA Negeri 2 Halmahera Tengah, Kecamatan Patani, Halmahera Tengah.

  • Format: Runway edukatif 10 seri batik + talkshow + pojok data + workshop mikro.

  • Output: 30 duta SSK, 10 paket materi QR siap pakai, kalender konten 6 bulan.

  • Target Dampak: meningkatnya literasi kependudukan, keterampilan decision-making, dan keterlibatan remaja dalam program sekolah sehat dan ramah remaja.

Ajakan Tindak Lanjut

Sekolah membuka peluang replikasi Batik Bercerita Demografi untuk kelas inspirasi, pentas seni, hingga open house kecamatan. Guru, orang tua, dan mitra komunitas diajak bergabung: menyumbang data lokal, ide motif, atau sesi berbagi karier—agar runway edukatif ini terus berjalan, dari kain menjadi kebiasaan baik.

Satu langkah di runway, satu keputusan untuk masa depan. Dengan batik yang bercerita, SMA Negeri 2 Halmahera Tengah membuktikan: edukasi kependudukan bisa seindah karya, sekaligus sekuat data.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement