Home » Berita » RAKORDES & MINILOK PULAU GEBE: SATUKAN DATA, PERKUAT INTERVENSI, WUJUDKAN KELUARGA BEBAS RISIKO STUNTING

RAKORDES & MINILOK PULAU GEBE: SATUKAN DATA, PERKUAT INTERVENSI, WUJUDKAN KELUARGA BEBAS RISIKO STUNTING

Kecamatan Pulau Gebe — Upaya memperkuat pembangunan keluarga dan percepatan penanganan keluarga berisiko stunting terus dilakukan di Kecamatan Pulau Gebe melalui Rapat Koordinasi Desa (Rakordes) dan Mini Lokakarya (Minilok) Program Bangga Kencana. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memastikan data keluarga dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan sasaran dan langkah intervensi di tingkat desa.

Kegiatan dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Halmahera Tengah, Mariam Naser, SKM., M.Kes. Forum ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya dalam membahas kondisi dan kebutuhan keluarga di wilayah Kecamatan Pulau Gebe.

Salah satu fokus penting dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan dan pemutakhiran data keluarga berisiko stunting. Data menjadi instrumen penting untuk mengetahui kondisi keluarga sasaran, memetakan berbagai faktor risiko, serta memastikan intervensi diberikan secara tepat kepada keluarga yang membutuhkan. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, penanganan tidak berhenti pada pendataan, tetapi dapat dilanjutkan dengan tindak lanjut yang jelas di tingkat lapangan.

Dalam penanganan keluarga berisiko stunting, perhatian juga diarahkan pada intervensi sensitif, yaitu intervensi yang berkaitan dengan faktor di luar pelayanan kesehatan secara langsung, seperti peningkatan akses terhadap air minum dan sanitasi layak, ketahanan pangan dan gizi keluarga, perlindungan sosial, pengasuhan, pendidikan, serta kondisi lingkungan tempat tinggal. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai sektor agar persoalan yang dihadapi setiap keluarga dapat ditangani secara menyeluruh.

Melalui Rakordes dan Minilok, koordinasi diharapkan mampu menghasilkan pembagian peran dan tindak lanjut yang lebih konkret, terutama dalam menghubungkan data keluarga berisiko dengan program dan layanan yang tersedia di desa maupun kecamatan. Pendekatan ini penting agar setiap keluarga sasaran tidak hanya tercatat dalam data, tetapi benar-benar mendapatkan intervensi sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.

Perkuat Basis Perencanaan Pembangunan, Tim PPPA Dp2KBP3A Halmahera Tengah Jemput Data Gender dan Anak di Kecamatan Pulau Gebe

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem penanganan keluarga berisiko stunting yang berbasis data, terkoordinasi dan berkelanjutan. Dari Pulau Gebe, sinergi antara pemerintah, desa, kader, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat intervensi sensitif maupun intervensi lainnya, sehingga terwujud keluarga yang sehat, tangguh, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Halmahera Tengah.

Source : Kepala Bidang KKK : ‘Mariam Naser, SKM, M.Kes

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement