Weda – Suasana berbeda terlihat di Pangkalan Ojek Pasar FidiJaya. Bukan sekadar tempat menunggu penumpang, lokasi ini berubah menjadi ruang edukasi yang hidup ketika para ayah berkumpul mengikuti Dialog GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang digagas oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Balai KB Weda. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pencegahan stunting tidak hanya dimulai dari ibu, tetapi juga dari peran aktif seorang ayah.
Program GATI yang merupakan inisiatif strategis dari BKKBN/Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ini hadir dengan pendekatan yang lebih membumi—menyasar langsung ruang-ruang publik tempat para ayah beraktivitas. Di tengah kesibukan mencari nafkah, para pengemudi ojek di Pasar FidiJaya diajak untuk memahami bahwa keterlibatan mereka dalam pengasuhan memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif, para PKB menyampaikan bahwa stunting bukan hanya persoalan kekurangan gizi, tetapi juga erat kaitannya dengan pola asuh, perhatian emosional, serta keterlibatan ayah sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh besar. Ayah tidak lagi diposisikan sebagai figur pasif, melainkan sebagai aktor utama dalam menciptakan keluarga sehat dan berkualitas.
Selama ini banyak yang menganggap tugas pengasuhan hanya tanggung jawab ibu. Padahal, kehadiran ayah secara fisik dan emosional sangat menentukan masa depan anak,” ungkap salah satu penyuluh dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik, dukungan terhadap ibu, serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan keluarga merupakan bagian penting dari peran ayah dalam mencegah stunting.
Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa di antaranya bahkan berbagi pengalaman tentang tantangan menjadi ayah di tengah tuntutan ekonomi. Dialog ini menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi, bahwa peran sebagai pencari nafkah tidak boleh menghilangkan tanggung jawab sebagai pendidik pertama bagi anak.
Kegiatan ini juga memperkenalkan pendekatan “DEKAT” dalam GATI, yaitu Dorongan untuk hadir secara fisik dan emosional, Edukasi dan keteladanan, Komunikasi terbuka, Aktif dalam pengasuhan, dan Terlibat dalam setiap tahap tumbuh kembang anak. Nilai-nilai ini diharapkan mampu membangun kedekatan batin antara ayah dan anak, yang menjadi fondasi penting dalam mencegah stunting sejak dini.
Melalui kegiatan ini, PKB Balai KB Weda menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana—mendekati ayah di tempat mereka berada. Pangkalan ojek yang selama ini identik dengan aktivitas ekonomi kini menjadi titik awal gerakan sosial yang lebih luas: membangun generasi bebas stunting dari akar keluarga.
Dengan semangat kolaborasi dan pendekatan yang humanis, GATI Weda terus bergerak menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Harapannya, semakin banyak ayah yang sadar bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan anak-anak Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.
Narasumber & Penulis PKB Balai KB Weda :
Siti Maslaha Patty, AMAK
Suhartini Nurdin ,S.Kep

Comment