Advertisement Advertisement
Home / Kependudukan / 2.589 Rumah dalam 2,5 Tahun: Pemda Halmahera Tengah Pecahkan Rekor Pembangunan Hunian

2.589 Rumah dalam 2,5 Tahun: Pemda Halmahera Tengah Pecahkan Rekor Pembangunan Hunian

WEDA, 2 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menuntaskan 2.589 unit rumah dalam kurun 2,5 tahun (Januari 2023–Semester I 2025), atau rata-rata 86 rumah per bulan. Capaian ini terdiri dari 1.898 unit rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan 691 unit Rumah Layak Huni (RLH/bangun baru)—mengakselerasi peningkatan kualitas hidup keluarga dan menekan kerentanan sosial di desa-desa prioritas

IMS ADIL Bupati & Wakil Bupati SEJUTA SEHAT

Langkah cepat dan terukur ini menyasar dua jalur sekaligus: rehabilitasi RTLH untuk memperbaiki rumah tak layak menjadi layak huni, serta pembangunan RLH (bangun baru) bagi keluarga yang membutuhkan intervensi menyeluruh. Dengan penyelesaian bertahap hingga Semester I/2025, pemerintah daerah memusatkan target pada kantong-kantong kebutuhan, memastikan pemerataan layanan hingga pulau-pulau terluar.

PIK-R Fagogoru Bangkit di SMAN 2 Halteng: Remaja Cerdas, Sehat, Tangguh

Angka Kunci

  • Total unit (2023–Sem I 2025): 2.589 (RTLH 1.898 + RLH 691).

    Sumpah Pemuda dan Transformasi Nilai-Nilai Fagogoru

  • Rata-rata progres: ± 86 unit/bulan (2.589 unit ÷ 30 bulan).

  • Total anggaran (gabungan RTLH + RLH): Rp 81,319 miliar (RTLH Rp 28,153 miliar + RLH Rp 53,167 miliar). 

Persebaran & “Jawara” Kecamatan

Kinerja menonjol tampak pada lokasi-lokasi dengan backlog tinggi. Untuk RTLH (rehab), tiga penyumbang terbesar adalah Patani Barat (300 unit), Patani Utara (275 unit), dan Patani Timur (265 unit). Sementara pada RLH (bangun baru), tiga teratas adalah Weda Selatan (121 unit), Weda Tengah (103 unit), dan Patani Timur (91 unit).

Dampak yang Dirasakan Warga

Lebih dari sekadar angka, rumah layak dan aman menjadi fondasi kesehatan keluarga, tumbuh kembang anak, serta ketahanan ekonomi. Intervensi terpadu—rehab dan bangun baru—memotong biaya hidup laten (kebocoran energi, sanitasi buruk, risiko penyakit), sekaligus menstimulus ekonomi lokal melalui keterlibatan tukang, UMKM bahan bangunan, dan rantai pasok desa.

By Admin & sumber : Dinas PMD Halteng

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement